Kamis, 06 Maret 2014

Sakura

Baca : Mazmur 148
Biarlah renunganku manis kedengan kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. (Mazmur 104:34)

Di kota Seoul Korea Selatan, ada pemandangan yang  indah yang terjadi dipenghujung musim dingin dan awal musim semi, yaitu bermekarannya pohon bungga Sakura. Indah sekali. Di salah satu jalan yang terletak di wilayah Yoido, di sepanjang Sungai Han berlangsung festival bunga Sakura. Saat itu jalanan Yoido ditutup untuk kendaraan bermotor, dan orang-orang berdatangan tamasya menikmati indahnya bunga Sakura. Orang banyak menikmati sore hari dengan ditemani ratusan pohon Sakura dan hamparan bunga tulip warna-warni.  Setiap orang menikmati karya cipta Tuhan yang luar biasa.
            Dengan begitu indahnya pemazmur menggambarkan betapa seluruh alam semesta ini memuji-muji nama TUHAN. Para malaikat dan bentara tentara sorga (ay. 2), matahari dan bulan serta segala bintang (ay. 3), langit (ay. 4), samudra raya dan segala yang ada di dalamnya (ay. 7), segala kejadian alam (ay. 8), gunung, bukit dan pepohonan (ay. 9), segala jenis binatang yang ada di darat dan udara (ay. 10) dan tentu saja manusia (ay. 11-12) memuji-muji kebesaran nama TUHAN dan kuasa-Nya yang ajaib yang telah mencipta semuanya.
            Setiap kali melihat keindahan alam semesta ciptaan TUHAN kiranya membuat hati kita bergetar akan kedahsyatan kuasa kasih TUHAN yang mencipta semuanya. Getaran yang membuat kita tiba pada rasa syukur yang dalam untuk tetap menjaga dan memelihara keindahan dan keutuhan ciptaan TUHAN itu sebagai wujud memuliakan nama TUHAN Pencipta Semesta.          -AAS


KEINDAHAN ALAM INI TIDAK LAIN UNTUK MERENUNGKAN BETAPA INDAHNYA YANG MENCIPTAKANNYA (Anonim)

Iman dan Karya

Baca : Yakobus 2 : 17-22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. (Galatia 2:20)

Kita tahu bahwa hanya oleh percaya dan beriman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sajalah kita selamat dan beroleh hidup yang kekal. Pengakuan ini tidak bisa kita sangkal karena memang inilah yang menjadi dasar keselamatan kita. Bukan hasil usaha kita sendiri, sehingga kita dapat bermegah dalam kesombongan tetapi semata-mata karena anugerah dari Allah saja. Hanya saja perlu kita ketahui bahwa keselamatan yang diterima sebagai anugerah tersebut haruslah kita syukuri. Rasa syukur kita terwujud dalam perbuatan-perbuatan baik yang nyata.
Bacaan kita dari Yakobus saat ini sudah cukup memberi kita pelajaran berharga. Firman Tuhan dalam surat Yakobus mengajar kita bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (2:17). Perbuatan-perbuatan baik yang  dilakukan berdasarkan iman justru menyempurnakan iman itu sendiri (2:22). Bahkan dalam ayat 24 Firman Tuhan dengan tegas mengajarkan kepada kita bahwa manusia dibenarkan bukan hanya semata-mata karena iman saja, tetapi  juga dengan memperhitungkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan karena iman tersebut.
Jadi, iman memang harus disertai oleh perbuatan. Perbuatan yang muncul sebagai bentuk ungkapan syukur atas keselamatan yang kita terima karena iman kepada Tuhan Yesus. Perbuatan baik  yang harus dilakukan sampai kedatangan Yesus kembali. –AAS

BERIMAN DAN BERBUAT, DUA DAYUNG HIDUP ORANG PERCAYA.