Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Kim-Cragg, HyeRan. Story and Song : A Postcolonial Interplay Between Christian Education And Worship, New York : Peter Lang, 2012., Chapter 1 and 5

Chapter 1
Christian Formation through the Story
Undoubtely one of the means to shape our Christian faith is through reading The Scripture as foundation in Christian formation. The Scripture is a story and look likes a talking book. Through The Scripture we can see God’s people’s experiences living in faith to God, a story of knowing God’s actions in their life, a story of how they obey God’s will, a story of how they found their source of hope through their trouble and pain. The Scripture is more than a book of knowledge but a book that share experience being with God in life.
Unfortunately we are still influenced by white western theology and hermeneutics to read The Scripture as a cognitive book. As Asian, we have to understand The Scripture as “a telling and hearing” of story from God’s people who has experience with God. So we have to liberate our self from that influences (as a postcolonial bible approach). We do such our own new hermeneutic and connect it with our daily experience in our context (marginalized, life with people with different faith, more inclusive than exclusive). Because as Asian, we also have a some tradition with The Scripture, oral tradition – a telling and hearing story. So we can make connection between our stories with stories in The Scripture, and find how God did acted in our life. It is also important to have a vernacular hermeneutics as one of the postcolonial biblical interpretation.

Eco-Theololgy : GETI WCC

 ECO-THEOLOGY:
A Reflection on Environmental Issues in Indonesia


Rev. T. Adama Antonius Sihite

 Bukan lautan hanya kolam susu kail dan jalan cukup menghidupimu Tiada badai tiada topan kau temui Ikan dan udang menghampiri dirimuBukan lautan hanya kolam susu kail dan jala cukup menghidupmuTiada badai tiada topan kau temui ikan dan udang menghampiri dirimuOrang bilang tanah kita tanah surga; tongkat kayu dan batu jadi tanamanOrang bilang tanah kita tanah surga; tongkat kayu dan batu jadi tanaman(Koes Plus, “Kolam Susu”)[1]


I. Introduction

            Koes Plus’ description about Indonesia nature and ecosystem is so beautiful. But in the same time people in Indonesia start to face totally different situations. Now, people have to face mass destruction of nature in the name of economy growth and development.
For last 40 years, for instance, Papua’s ecosystem has been being destroyed by huge scale copper and gold mining by Freeport, a big mining corporation from USA.[2] Or mass scale of conversion of rain forest in Kalimantan to palm oil plantations.[3] Destruction of a lot of rain forests in Indonesia cause many disasters. Many people suffer because disasters like flood and landslides when there is a rainy season and, and droughts when there is dry season.
Actually there are others environmental issues that faced by people in Indonesia. There are a possibility of forest fire when dry season, sea water intrusion which cause lack of fresh water, industrial air pollutions, industrial waste pollutions, etc. Those situations should be alert people including churches to put more their attention to protect the ecology and preserve life by having good reactions to those situations, ethically and practically.
I shall try to describe a very short understanding of eco-theology and elaborate it with an effort for churches in Indonesia dealing with ecology issue here.  Churches should take same responsibilities to preserve nature, together with government and other organizations.

Senin, 10 Maret 2014

Daftar Pembacaan Alkitab Untuk Kebaktian Rumah Tangga

Link untuk melihat Daftar Pembacaan Alkitab untuk Kebaktian Rumah Tangga GKP menurut tahun:


TAHUN 2007           TAHUN 2008

TAHUN 2009           TAHUN 2010

TAHUN 2011           TAHUN 2012

TAHUN 2013           TAHUN 2014

copy right owned by sinode gereja kristen pasundan

Daftar Pembacaan Alkitab Minggu


Link untuk melihat Daftar Pembacaan Alkitab Minggu GKP menurut tahun.

TAHUN 2007                   TAHUN 2008

TAHUN 2009                   TAHUN 2010

TAHUN 2011                   TAHUN 2012

TAHUN 2013                   TAHUN 2014 JAN-JUN
                                        TAHUN 2014 JUL-DES


copy right owned by sinode gereja kristen pasundan

Kamis, 06 Maret 2014

Kangen

Baca : Filipi 1:20-26
 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1:21)

Tinggal di negeri orang, di kota Seoul Korea Selatan membawa tantangan tersendiri. Salah satunya adalah rasa kangen pada masakan negeri sendiri. Setelah tiap hari menikmati kimci (makanan khas Korea berupa fermentasi sayur-sayuran), kadang datang rasa kangen masakan Indonesia seperti rendang, sayur lodeh, gulai kambing, ikan asin, sambel terasi dan lain-lain. Tetapi demi rasa kangen itu, perjalanan empat jam pergi dan pulang ke kota multikultural Ansan pun dilakoni. Di sana ada beberapa restoran Indonesia yang jual aneka masakan Indonesia. Rasa kangennya terobati dengan melangkah pergi, bukan sekedar membayangkan rasa masakan Indonesia saja.
Hidup di dunia ini bagaikan sedang dalam perantauan sampai tiba waktunya kita kembali kepada Allah Bapa kita. Rasa “kangen” itu makin menjadi saat kita alami penderitaan yang luar biasa. Kadang kita berpikir, “Duh enaknya tinggal bersama Bapa. Di sana tidak akan ada lagi tangis, kesusahan dan penderitaan. Di sana ada sukacita bersama Allah.” Perasaan yang lumrah, bahkan Paulus juga rasakan itu (ay. 23).
            Hanya saja rupanya rasa “kangen” itu dapat “terbayar” dengan belajar dari Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi ini. Meski rasa “kangen” untuk pergi kepada Allah Bapa begitu besar, Paulus sadar bahwa ada yang harus ia kerjakan di sini. Apa yang ia kerjakan itulah yang jadi obat “kangen”-nya, yaitu “tinggal di dalam dunia ini, terus hidup dan bekerja memberi buah” (ay. 22, 25). Jadi masih “kangen”? Ayo bekerja memberi buah bagi hormat dan kemuliaan Allah. - AAS


PELAYANAN TERBESAR YANG DAPAT KITA BERIKAN KEPADA ALLAH ADALAH MEMENUHI PANGGILAN ROHANI KITA. (Gresham)

Jangan Lelah

Baca : Kolose 3:22-25
Karena itu, saudara-saudarku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15:58)

Suatu hari ada seorang laki-laki dibangunkan ibunya. Si ibu berkata, “Ayo bangun cepat sudah siang. Nanti terlambat!” Si laki-laki menjawab, “Tidak mau!”. “Kenapa”. Tanya sang ibu. “Semua orang tidak suka denganku. Anak-anak tidak suka denganku. Remaja tidak menyapaku. Opa dan oma mendiamkanku. Bahkan cleanning service meremehkan aku. Pokoknya aku tidak mau bangun! Aku tidak mau pergi!”, jawab si
anak ketus. Sang ibu dengan suara tegas berkata, “Bangun! Jangan hiraukan mereka. Sudah setengah sembilan. Sebentar lagi jam sembilan dan ibadah mau dimulai. Kamu harus berkotbah hari ini. Kamu kan pendeta mereka!”
Bisa jadi ada orang yang merasa kelelahan di dalam pelayanan. Entah itu guru sekolah minggu, pendamping remaja, pembina pemuda, pendamping lansia, pelatih paduan suara, organis, petugas multimedia dan lain sebagainya. Kelelahan yang bukan saja lelah dan capek fisik, tetapi juga kebosanan, ketumpulan kreativitas, terjebak dalam rutinitas tanpa “kuasa” lagi, dan mungkin termasuk juga relasi sesama pelayan yang memburuk, dan di beberapa tempat mengambil bentuk persaingan di antara para pelayanan.
Ada beberapa sikap yang diperlukan dalam bekerja di ladang pelayanan milik Tuhan. Paulus, dalam menyampaikan sejumlah nasehat termasuk kepada para hamba yang menjadi percaya, yaitu perlunya sikap tulus hati karena takut akan Tuhan (ay. 22), melakukan dengan segenap  hati seperti melakukannya untuk Tuhan sendiri (ay. 23) dan berharap akan ‘upah’ bukan dari manusia tetapi dari Tuhan sendiri (ay. 24). Dengannya kiranya kita bisa tetap teguh dan tidak goyah bahkan bergiat di dalam pekerjaan pelayanan milik Tuhan sendiri. Ingat, apa yang kita kerjakan dalam persekutuan  dengan Tuhan, tidak akan sia-sia. Cayo! Fighting! Fighting! - AAS


SETIAP PEKERJAAN BAGI ALLAH YANG KURANG DIMOTIVASI OLEH KASIH BAGI YESUS KRISTUS AKAN BERAKHIR DENGAN HATI YANG HANCUR ATAU KEPUTUSASAAN. (Anonim)



The Secret

Baca : I Korintus 2:1-5
Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita (1 Korintus 2:7)

Penulis buku best seller dan fenomenal “The Secret” yaitu Rhonda Byrne mengatakan bahwa jalan pintas untuk semua yang kita inginkan adalah merasakan kebahagiaan sekarang. Menurutnya, semua yang ada dalam hidup ini terkait denganhukum daya tarik – the law of attraction. Jadi bila kita hanya dan semata-mata fokus pada sesuatu, maka semuanya akan datang kepadamu. Singkatnya, mau punya mobil?  Pikirkan terus tentang mobil itu, arahkan dan pusatkan pikiran kita tentang mobil itu, maka kita akan memiliki mobil itu. Kedengarannya mudah!
Alkitab itu juga bicara tentang sebuah ‘rahasia’  Rahasia ini amatlah berbeda dengan apa yang Rhonda pikirkan. Rahasia itu tidak ada urusannya dengan the law of attraction tetapi terkait dengan hukum kasih karunia yang membebaskan kita dari hukum dosa dan maut (Roma 8:2). Menurut Rasul Paulus, yang terpenting adalah
mengetahui tentang Yesus yang tersalib itu (ay. 2). Jadi untuk siapapun yang ingin merasakan bahagia dunia itu yaitu dengan memiliki dunia ini – seperti pandangan Byrne, maka berita tentang Yesus yang tersalib itu adalah kebodohan besar. Tetapi bagi kita yang ingin diselamatkan jelas berita ini adalah hikmat terbesar dari Allah yang tidak bisa dipahami oleh manusia dan berita ini amatlah membahagiakan dan membawa sukacita besar.
Ini adalah rahasia sesungguhnya The Secret – nya Allah yang dibukakan dalam karya Roh Kudus kepada kita. Akhirnya kebahagiaan sejati itu amatlah terkait dengan memiliki pikiran tentang Yesus Kristus dan memiliki pikiran di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi rahasia hidup kita adalah berjalan bersama dengan Allah dan setiap saat menyandarkan diri pada firman-Nya. It’s The Secret – the only secret for us. - AAS

RAHASIA ALLAH BUKAN LAGI SEBUAH RAHASIA, YAITU BAHWA ALLAH MENGASIHI SAUDARA DAN SAYA.



Di dalam Dia aku kuat

Baca : I Korintus 10:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)

Dua ekor katak tercebur ke dalam dua buah gelas  berisi  susu.  Katak  pertama  berusaha  untuk melompat. Setelah beberapa saat, katak pertama ini mengalami  kelelahan  yang  luar  biasa.  Ia  pun berhenti dan berpikir bahwa memang ia tidak akan
 pernah  bisa  keluar  dari  gelas.  Ia  putus  asa  dan berhenti  berusaha.  Tidak  lama  kemudian  ia  mati tenggelam.  Katak  kedua  juga  berusaha  dengan sekuat tenaga keluar dari gelas. Ia pun mengalami kelelahan  yang  luar  biasa.  Tetapi  ia  tidak  mau
menyerah dengan mudah. Kakinya yang kecil terus digerak-gerakkannya  dengan  harapan  ia  akan segera keluar dari gelas susu. Lama kelamaan susu mengental dan menjadi keju. Katak kedua akhirnya bisa keluar dari gelas yang sekarang berisi keju.
Kita pun sering mengalami keadaan hampir-hampir kehilangan  pengharapan  dan  akhirnya  tenggelam dalam rasa putus asa. Pergumulan, tantangan hidup, persoalan  demi  persoalan  datang  silih  berganti seakan tidak ada mau berhenti. Bisa jadi kita pun berkata kepada Tuhan, “Saya sudah tidak mampu lagi. Saya lelah. Saya  capek. Saya  sudah  tidak kuat.” Tetapi apakah memang kita sungguh-sungguh tidak  punya  kekuatan  lagi?  Bila  kita  hanya mengandalkan diri kita sendiri, jawabannya adalah  iya. Semua potensi sudah habis maka habislah kita.  Padahal Firman Tuhan mengatakan semua pencobaan, kesukaran dan kesulitan hidup itu adalah biasa dan tidak akan pernah melebihi kekuatan manusia (ay. 13).
Jadi, sebenarnya kita belum tiba pada ujung. Masih ada kekuatan di dalam Tuhan  yang  adalah  sumber kekuatan itu sendiri. Tuhan berjanji bahwa semua yang  kita  alami  tidaklah  akan  melebihi  kekuatan yang  ada  pada  kita.  Itu  berarti  sekarang  ini sebenarnya kita masih jauh dari batas akhir bila kita bersama dengan Tuhan. Tuhan bahkan memberikan  jalan keluar tepat pada waktunya dan Tuhan jugalah yang membuat kita sanggup menanggung berbagai hal di dalam kehidupan ini. Di dalam Dia kita mampu. -AAS

JANGAN BERHENTI BERUPAYA KETIKA MENEMUI KEGAGALAN. KARENA KEGAGALAN ADALAH CARA TUHAN MENGAJARI KITA TENTANG ARTI KESUNGGUHAN. (Anomim)


Pemilu

Baca : Roma 13:1-7
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)

Pemilu pertama yang saya ikuti adalah pemilu yang diadakan pada tahun 1992. Sebagai pemilih pemula, saya tidak banyak tahu soal politik. Saya memilih partai politik apa yang orangtua saya pilih sebagai seorang pegawai negeri. Semakin ke sini, semakin dewasa pula pemahaman soal politik sehingga dapat memilih dengan menggunakan hati nurani dan akal sehat sebagai bagian dari rakyat Indonesia berharap akan adanya perubahan. Tahun 2014 ini akan dilangsungkan pemilu juga untuk memilih anggota legislatif dan setelah itu berlanjut dengan pemilihan presiden dan wakil presiden.
            Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma supaya taat kepada pemerintahan Roma pada saat itu. Argumen Paulus adalah bahwa setiap pemerintah berasal dari Allah (ay. 1), ada untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan kebaikan (ay. 2-4), dan untuk maksud itulah pemerintah memiliki kekuasaan (ay. 2-4). Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kekuasaan itu adalah dari Allah sendiri yang telah menetapkan suatu pemerintahan (ay. 4). Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah, pemerintah harus menjalankan pemerintahnya dengan benar, baik dan bersih sesuai dengan kehendak TUHAN (ay. 4). Sementara rakyat mentaati segala hukum yang dibuat pemerintah (ay. 6-7) dengan tetap memperhatikan suara hati nurani (ay. 5).
            Di zaman modern ini, penetapan suatu pemerintahan adalah melalui jalan demokrasi. Setiap orang dengan hati nurani dan akal sehatnya, dan dengan bimbingan Roh Kudus sendiri, memilih dan menetapkan siapa yang menjadi calon pemimpinnya. Oleh sebab itu memilih dalam pemilu haruslah dilakukan secara bertanggungjawab dan tidak asal-asalan. Pemilu adalah wujud tanggungjawab sebagai warga negara yang menginginkan perubahan di negeri ini. -AAS


JANGAN TANYA APA YANG NEGARAMU TELAH BERI KEPADAMU — TANYA DULU, APA YANG TELAH KAUBERI KEPADA NEGARAMU? (John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35)

Jangan Menyerah

Baca : Mazmur 42
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.  (Mazmur 121:2)

Group D’massive menulis lagu: “Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Jangan kau sesali s’gala yang telah terjadi. Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat. Seakan hidup ini tak ada artinya lagi. Refrain 1: Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tak ada manusia yang terlahir sempurna Jangan kau sesali s’gala yang telah terjadi. Refrain 2: Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa. Jangan menyerah… Jangan menyerah.... Jangan menyerah. Jangan menyerah... Jangan menyerah.... Jangan menyerah dan tak kenal putus asa.”
Pemazmur mengungkapkan kegelisahan hatinya yang merindu Tuhan (ay. 1) di tengah-tengah penderitaan dan kesusahan yang ditanggungnya (ay. 4-7). Bahkan pemazmur sempat mengakui bahwa dirinya pernah mempertanyaan Tuhan dalam hal itu (ay. 9-10), meskipun pada akhirnya pemazmur tetap pada pengharapan dan syukur kepada Tuhan Penolong hidupnya. (ay. 11). Kepada Tuhan yang ia percaya sanggup menolongnya.
D’massive menyadari betul hal ini, apalagi kita sebagai umat Allah. Jangan pernah kita menyerah dari segala pergumulan dan perjuangan hidup yang diijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Sebab kasih Tuhan selalu ada bagi kehidupan kita. Tuhanlah yang menjadi sumber kekuatan dan pertolongan bagi kita. Percayalah Dia tidak akan pernah membiarkan kakimu goyah apalagi membiarkan kita jatuh terjerembab. Datang pada Tuhan, maka kita akan merasa aman. Kekuatan-Nyalah yang membuat kita mampu menghadapi berbagi kenyataan hidup ini. Jangan menyerah tetapi bersyukurlah! - AAS


KEKUATAN SENDIRI ADA BATASNYA, TAPI KUASA TUHAN TIDAK ADA BATASNYA.

Pemimpin Idaman

Baca : 1 Samuel 16:1-13
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. (1 Samuel 16:7b)

Fenomena Jokowi-Ahok, yang memipin ibukota Jakarta, sungguh luar biasa membawa angin segar tentang sosok pemimpin yang mumpuni, mengayomi dan bekerja keras untuk rakyat, berani membuat gebrakan serta menunjukkan akuntabilitas yang baik lewat keterbukaan dan kejujuran. Angin segar bagi rakyat yang haus akan kepemimpinan yang berbela rasa kepada rakyat. Angin segar di tengah-tengah carut marut kepemimpinan nasional yang tidak bisa diteladani, korup dan tidak amanah.
            Akibat kesalahan dan ketidaktaatannya kekuasan pada diri Saul dicabut oleh TUHAN sendiri (1 Sam. 15:28). Kekuasaan Saul tinggal menghitung hari. TUHAN bahkan telah memerintahkan Samuel untuk pergi mencari calon pengganti Saul untuk menjadi raja atas Israel. TUHAN memerintahkan Samuel untuk pergi ke Betlehem dan bertemu keluarga Isai. Dari keluarga inilah TUHAN sendiri yang akan memilih siapa yang akan menggantikan Saul. Awalnya Samuel memilih anak Isai yang dianggapnya pantas secara fisik untuk menjadi raja atas Israel, tapi TUHAN punya pilihan yang lain. TUHAN melihat apa yang tidak dilihat oleh manusia (ay.7b), dan dialah yang pantas menggantikan Saul jadi raja. Dialah Daud yang masih sangat muda (ay. 12) tapi punya kompetensi yang baik di mata TUHAN.
            Pemilu sebentar lagi. Pesta demokrasi yang harus dimanfaatkan untuk memilih pemimpin yang ideal. Sebagai warga Negara inilah saatnya kita ikut campur tangan menentukan nasib bangsa ini lewat memilih pemimpin yang nasionalis, menghargai kebhinekaan, jujur, tidak korupsi, yang memiliki track record yang bersih, dan punya visi untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Berdoa mohon TUHAN bimbing kita untuk dapat melihat yang TUHAN lihat, bukan sekedar apa baik di mata manusia saja bagi pemimpin yang kita pilih. - AAS

CONTOH, TELADAN, ITULAH BENTUK KEPEMIMPINAN TERBAIK.

(Albert Schweitzer)

Pertumbuhan adalah Perubahan

Baca : Roma 12 : 1-2
... tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu ... (Roma 12:2a)

Kuliah S2 dengan konsentrasi studi ekumenis dan perubahan sosial di Korea Selatan, seringkali membawa penulis berdiskusi dengan rekan sekelas tentang bagaimana sebuah perubahan terjadi di tengah masyarakat, apa pemicunya, siapa yang terlibat dan tentang efeknya. Perubahan ke arah yang lebih baik itu penting dan membawa tentunya, ke arah pertumbuhan yang juga lebih baik. Tetapi sayangnya, sering ada yang dilupakan, yaitu proses perubahan itu sendiri. Tidak banyak orang yang setia dengan proses. Semua serba mau instan. Ketidakmampuan untuk menghargai proses telah menjadi perlawanan terhadap perubahan itu sendiri. Terutama proses perubahan yang diharapkan terjadi pada diri sendiri secara pribadi.
Kepada jemaat di kota Roma disampaikan agar mereka mempersembahkan tubuh mereka atau dengan kata lain diri mereka sendiri sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah. (ay. 1). Tuhan menghendaki diri kita seutuhnya untuk dipersembahkan kepada-Nya sebagai bentuk ibadah bakti kita kepada-Nya. Untuk itu, supaya jangan menjadi sama dengan dunia ini dan mulai dengan pembaharuan budi. Ada proses perubahan dari yang kurang baik menjadi baik. Dari yang jauh dari Allah menjadi tahu untuk membedakan mana kehendak Allah, maka yang bukan. Mana yang baik, berkenan dan sempurna menurut Allah, maka yang bukan (ay. 2).
Leo Tolstoy seorang novelis mengatakan bahwa semua orang berpikir tentang mengubah dunia, tetapi tak seorangpun yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri. Jadi mulailah dengan perubahan diri terlebih dahulu untuk mengalami pertumbuhan yang sesungguhnya, yaitu mencapai kedewasaan iman di dalam Kristus. Dan tularkanlah perubahan itu kepada dunia. –AAS


INGIN MENGUBAH DUNIA, RUBAH DULU DIRI KITA MENJADI SERUPA KRISTUS

Tidak Menyerah

Baca : Mazmur 121
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.  (Mazmur 121:2)

Namanya Zhang Da (7 tahun). Ia tinggal di salah satu desa terpencil di Cina, berdua bersama dengan ayahnya yang sakit-sakitan, tanpa ibu dan sanak keluarga lainnya.  . Sejak belia ia harus memikul tanggung jawab yang berat. Ia harus mengurus ayahnya. Zhang Da kecil harus mencari makan buat ayahnya dan dirinya sendiri, merawat ayahnya yang sakt dan tidak bisa berjalan, dan bekerja serabutan memecah batu untuk membeli obat. Cerita Zhang Da akhirnya terekspos. Pahit memang kehidupannya, tapi Zhang Da jalani dengan ketabahan yang luar biasa. Ia tidak menyerah dan terus berusaha yang ia mampu buat.
            Mazmur 121 adalah salah satu dari kumpulan mazmur ziarah yang biasa dinyanyikan oleh orang-orang Israel yang berjalan hendak beribadah di Yerusalem. Perjalanan jauh saat itu bukanlah perjalanan yang nyaman bahkan kadang mengandung bahaya, seperti penyamun dan perompak. Itulah sebabnya pemazmur bertanya secara retorik dari mana akan datang pertolongan (ay.1) yang dijawabnya sendiri dengan pasti yaitu dari TUHAN Pencipta semesta (ay. 2). TUHAN-lah yang akan menjaganya, melindunginya, memeliharanya, merawatnya dan mengawasinya setiap saat (ay. 3-8). Inilah yang menjadi kepastian bagi pemazmur untuk melanjutkan perjalanannya.
            Beratnya perjalanan hidup kadang membuat kita putus asa dan hampir menyerah kalah. Pemazmur bukanlah sedang mempertanyakan kehadiran TUHAN dalam hidupnya, tapi sedang menyaksikan bahwa TUHAN-lah yang sungguh menjadi sumber pertolongannya. Demikianlah hendaknya kita. Percaya bahwa TUHAN-lah sumber pertolongan untuk tidak pernah menyerah dalam hidup ini. Untuk tetap berusaha karena TUHAN memampukan. - AAS


SEORANG PEMENANG TIDAK PERNAH MENYERAH, DAN ORANG YANG MENYERAH TIDAK PERNAH MENANG. (Anonim) 

Sakura

Baca : Mazmur 148
Biarlah renunganku manis kedengan kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. (Mazmur 104:34)

Di kota Seoul Korea Selatan, ada pemandangan yang  indah yang terjadi dipenghujung musim dingin dan awal musim semi, yaitu bermekarannya pohon bungga Sakura. Indah sekali. Di salah satu jalan yang terletak di wilayah Yoido, di sepanjang Sungai Han berlangsung festival bunga Sakura. Saat itu jalanan Yoido ditutup untuk kendaraan bermotor, dan orang-orang berdatangan tamasya menikmati indahnya bunga Sakura. Orang banyak menikmati sore hari dengan ditemani ratusan pohon Sakura dan hamparan bunga tulip warna-warni.  Setiap orang menikmati karya cipta Tuhan yang luar biasa.
            Dengan begitu indahnya pemazmur menggambarkan betapa seluruh alam semesta ini memuji-muji nama TUHAN. Para malaikat dan bentara tentara sorga (ay. 2), matahari dan bulan serta segala bintang (ay. 3), langit (ay. 4), samudra raya dan segala yang ada di dalamnya (ay. 7), segala kejadian alam (ay. 8), gunung, bukit dan pepohonan (ay. 9), segala jenis binatang yang ada di darat dan udara (ay. 10) dan tentu saja manusia (ay. 11-12) memuji-muji kebesaran nama TUHAN dan kuasa-Nya yang ajaib yang telah mencipta semuanya.
            Setiap kali melihat keindahan alam semesta ciptaan TUHAN kiranya membuat hati kita bergetar akan kedahsyatan kuasa kasih TUHAN yang mencipta semuanya. Getaran yang membuat kita tiba pada rasa syukur yang dalam untuk tetap menjaga dan memelihara keindahan dan keutuhan ciptaan TUHAN itu sebagai wujud memuliakan nama TUHAN Pencipta Semesta.          -AAS


KEINDAHAN ALAM INI TIDAK LAIN UNTUK MERENUNGKAN BETAPA INDAHNYA YANG MENCIPTAKANNYA (Anonim)

Iman dan Karya

Baca : Yakobus 2 : 17-22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. (Galatia 2:20)

Kita tahu bahwa hanya oleh percaya dan beriman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sajalah kita selamat dan beroleh hidup yang kekal. Pengakuan ini tidak bisa kita sangkal karena memang inilah yang menjadi dasar keselamatan kita. Bukan hasil usaha kita sendiri, sehingga kita dapat bermegah dalam kesombongan tetapi semata-mata karena anugerah dari Allah saja. Hanya saja perlu kita ketahui bahwa keselamatan yang diterima sebagai anugerah tersebut haruslah kita syukuri. Rasa syukur kita terwujud dalam perbuatan-perbuatan baik yang nyata.
Bacaan kita dari Yakobus saat ini sudah cukup memberi kita pelajaran berharga. Firman Tuhan dalam surat Yakobus mengajar kita bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (2:17). Perbuatan-perbuatan baik yang  dilakukan berdasarkan iman justru menyempurnakan iman itu sendiri (2:22). Bahkan dalam ayat 24 Firman Tuhan dengan tegas mengajarkan kepada kita bahwa manusia dibenarkan bukan hanya semata-mata karena iman saja, tetapi  juga dengan memperhitungkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan karena iman tersebut.
Jadi, iman memang harus disertai oleh perbuatan. Perbuatan yang muncul sebagai bentuk ungkapan syukur atas keselamatan yang kita terima karena iman kepada Tuhan Yesus. Perbuatan baik  yang harus dilakukan sampai kedatangan Yesus kembali. –AAS

BERIMAN DAN BERBUAT, DUA DAYUNG HIDUP ORANG PERCAYA.




Lakukan dengan setia!

Baca : Ulangan 5 : 1-33
Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. (Ulangan 5:32)

Ada dua kata kunci di sini, yaitu lakukanlah dan setia. Kata bahasa Ibrani yang dipergunakan untuk lakukanlah adalah asah yang artinya melakukan, berbuat seperti, bertindak seperti. Sedangkan kata Ibrani untuk setia adalah shamar yang artinya adalah memperhatikan, berpegang erat pada dan melakukan tepat seperti yang dicontohkan. Demikianlah perintah TUHAN Allah kepada bangsa Israel melalui Musa (ayat 7-21), yaitu supaya bangsa Israel melakukan dengan tepat segala perintah-Nya. Yaitu untuk memperhatikan dan melakukan Firman Tuhan itu tepat seperti yang Tuhan kehendaki dan tidak menyimpang daripadanya (ayat 32).
            Perintah ini kelihatannya sederhana dan mudah. Kenyataannya tidak. Tidak mudah untuk dapat terus terfokus dalam melakukan perintah TUHAN Allah itu. Ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian kita. Dunia dengan segala hal yang ditawarkannya, kesusahan hidup, keegoisan diri, dan masih banyak lagi Oleh sebab itu, firman TUHAN mengingatkan supaya jangan kita menyimbang ke kanan atau ke kiri, tetapi tetaplah terfokus. Roh Kuduslah yang memampukan kita tetap fokus hanya pada kebenaran Firman TUHAN saja.
Demikianlah juga perintah Firman TUHAN Allah kepada kita sekarang ini. Di tengah hingar bingar kehidupan ini, sayup tapi tegas suara TUHAN kita dengar. Yaitu untuk melakukan Firman TUHAN dengan setia, tepat seperti apa yang menjadi kehendak-Nya. Bila demikian, maka janji TUHAN Allah kepada umat-Nya adalah kita akan beroleh hidup yang baik dan terpelihara di dalam Tuhan saja (ayat 33). -AAS

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN ADALAH WUJUD KESETIAAN MUTLAK KITA KEPADA TUHAN ALLAH